Label

Tampilkan postingan dengan label 3.product. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3.product. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Oktober 2010

Pasar sebagai Sasaran Produk

Strategi komunikasi yang sering dipergunakan dalam membidik pasar sasaran adalah adanya pengelompokan pasar/segmen sebagai wilayah calon pembeli/ pemakai. Pemilihan kelompok pasar yang spesifik akan lebih mudah mengkomunikasikan produk melalui media periklanan. Menurut Philip Kotler, segmentasi pasar adalah memilahmilahkan suatu pasar yang luas ke dalam kelompok-kelompok.

1. Faktor Geografis
Segmen pasar berdasarkan faktor geografi merupakan tujuan pasar dalam unit geografis yang berbeda. Pada segmen ini, advertiser/praktisi memutuskan dalam mendesain produk yang mengacu pada :
???? Beroperasinya produk ke dalam satu atau beberapa wilayah geografis, seperti iklan rokok Long Beach ditujukan kepada masyarakat wilayah Asean yang berselera rokok putih,
???? Beroperasinya produk ke dalam semua wilayah dengan memperhatikan variasi- variasi kebutuhan dan pilihan geografis, seperti ”Indomi” rasa kedaerahan, ada rasa Rawon Surabaya,
Sate Madura, Rendang Padang dan lain-lain.
Jenis produk yang berdasarkan kewilayahan tersebut sering dilakukan advertiser dalam menciptakan desain periklanan ke local genius. Perbedaan konsep acuan pada daerah tertentu dalam desain periklanan yang memberikan kekhasan daerah tertentu, seperti seni dan budaya yang ada, merupakan penekanan informasi yang melekat pada produk. Sebagai contoh daerah Jawa Timur yang mengangkat seni Ludruk, Jawa Tengah mengangkat seni Wayang Purwa, Jawa Barat dengan seni jaipongannya, Bali yang diekpos tari Kecaknya dan daerah lain atau budaya yang ada di daerahnya untuk diangkat sebagai pendukung tampilnya suatu iklan. Seperti iklan rokok Djei Sam Soe 234 kretek yang selalu mengang-kat seni dan budaya sebagai pendukung misi “produk warisan para leluhur”.
2. Faktor Demografis
Segmen pasar berdasarkan faktor demografi merupakan pembagian pasar ke dalam kelompok-kelompok variabel demografi (kependudukan). Pemilihan variabel pada segmen pasar ini yaitu tingkat usia dan daur hidup, dan jenis kelamin.
a. Tingkat usia dan daur hidup
1) Golongan anak-anak
Masa perkembangan anakanak merupakan masa perkembangan ke arah keremajaan, seperti perkembangan fisik, motorik,bicara, emosi, bermain, kreativitas, moral, kepribadian, dan perkembangan lainnya.
???? Produk yasng mengarah pada segmen pendidikan anak antara lain iklan Pepsodent fersi “yuk bermain” dengan misinya “bagaimana cara merawat gigi yang sehat”, susu Bendera 123 yang menginformasikan tentang bagaimana ibu muda mendidik anaknya dalam berkomunikasi dan bermain.
???? Iklan yang mengarah ke segmen hiburan atau permainan anak, antara lain boneka, mobil-mobilan, jenis makanan ringan anakanak yang ditunjang dengan hadiah didalamnya.
???? Segmen anak-anak yang diarahkan pada khayalan atau meniru tokoh-tokoh “Super” seperti, iklan susu Bendera yang menampilkan  tokoh “Kapten Bendera yang mengajak terbang ke Roma” sebagai hadiah bagi anak-anak yang mengkonsusinya.
2) Golongan remaja
Masa remaja ini disebut sebagai masa penghubung atau masa peralihan antara masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada periode ini terjadi perubahan-perubahan besar dan esensial mengenai kematangan psikologis dalam menemukan dirinya dan mencari nilai-nilai kebaikan, kebijaksanaan, keindahan, senang terhadap tokoh idola (terkenal), tertarik lawan jenis, dan lain-lain.
???? Penginformasian produk
melalui iklan yang mengarah ke segmen pasar remaja perempuan antara lain; iklan Lux “sabun kecantikan bintang-bintang film” yang diperuntukan bagi perempuan yang mengidolakan para bintang film. Sunsilk Ginseng “memiliki rambut panjang hitam yang menggoda”, yang ditujukan pada perempuan penuh percaya diri terhadap rambutnya yang dapat menarik lawan jenisnya, begitu juga iklan produk Pon’s White Beauty yang membuat kaum pria tertarik pada yang memakaianya
???? Iklan produk yang mengarah ke segmen remaja lakilaki agar lebih dekat pada  perempuan, antara lain EXTRA JOSS sebagai kekuatan otot lelaki yang menjadi dambaan wanita. 3) Golongan dewasa Segmen Pasar yang diarahkan ke kelompok orang dewasa merupakan segmen yang luas bila dibandingkan dengan golongan anak-anak dan remaja. Hal ini dapat diketahui dari ciri-cirinya, seperti pemantapan letak kedudukan, orientasi tugas kebersamaan, hubungan sosial yang tinggi dan sebagainya. Segmen pasar yang mengarah pada pemantapan kedudukan (jabatan, ekonomi) merupakan produk-produk eklusif, seperti produk ramah lingkungan. Hubungan sosial dalam kehidupan orang dewasa merupakan salah satu kerukunan hidup di masyarakat. Hubungan bermasyarakat di antara tetangga bisa dilakukan dengan cara bertamu, membantu yang membutuhkan ataupun yang lain. Produk yang diarahkan ke segmen pasar  ini antara lain kopi Torabika yang “siap dihidangkan sewaktu-waktu”.
b. Jenis kelamin
Segmen pasar jenis kelamin merupakan pelemparan produk seni dan desain ke pasaran dengan memperhatikan kesempatan kebutuhan pria, wanita atau keduaduanya.
???? Segmen ke arah wanita remaja yang lebih cenderung untuk melihat sesuatu yang lemah lembut, anggun, dan harmonis, seperti produk jamu Hayping, sebagai “jamu pelangsing tubuh merupakan dambaan setiap wanita”.
???? Segmen yang diarahkan pada pria remaja yang mempunyai sifat gagah. Pemberani, dan penuh percaya diri, sperti pada iklan kemeja Arrow, rokok Marlboro, dan rokok Jarum Super.
3. Faktor Psikologis
Segmen pasar berdasarkan faktor psikologi merupakan   jangkauan pasar berdasarkan unsur kejiwaan dalam diri manusia. Pada segmen pasar ini para pembeli dibagi ke dalam kelompok yang berbeda-  beda berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, dan ciri-ciri kepribadian.
a. Kelas sosial
Kelas sosial adalah kelompokkelompok yang relatif abadi dalam suatu masyarakat yang tersusun secara hirarkis dan para anggota masyarakatnya mempunyai nilai, minat, dan tingkah laku yang sama. Produk yang ditujukan pada kelas sosial sangat melekat dengan status si pembeli (konsumen). Seperti produk jamu yang dikemas kapsul, dengan harapan agar si pembeli lebih cepat menelannya dan kelihatan lebih modern (seperti obat).
b. Gaya hidup
Gaya hidup seseorang menunjukkan pola hidup masyarakat yang diperlihatkan dalam kegiatan. Gaya hidup seseorang mencerminkan keseluruhan pribadi orang tersebut dalam pergaulan dengan lingkungannya. Gaya hidup memperlihatkan sesuatu yang lebih dari pada sekedar kelompok sosial atau pribadinya sendiri. Gaya hiduplah yang menggambarkan keseluruhan pola bertindak dalam pola interaksi seseorang yang mempunyai ciri psikologis. Gaya hidup tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh pendapatan ekonomi yang tinggi, melainkan suatu gejala yang timbul dari diri manusia untuk mencapai kepuasan batin terhadap benturan tuntutan di masyarakat. Misalnya, Hand Pone merupakan alat komunikasi langsung, juga adanya kepuasan batin agar tidak dikatakan ketinggalan jaman, begitu juga Mc. Donald’s yang mengangkat tuntutan spikologis bagi yang membelinya.
c. Kepribadian
Kepribadian yang dimaksud adalah ciri-ciri psikologis seseorang yang menimbulkan tanggapan secara relatif, konsisten terhadap lingkungannya. Kepribadian bisa berguna untuk menganalisis tingkah laku konsumen jika terdapat hubungan antara jenis kepribadian tertentu dengan produk. Sifat kepribadian, seperti lemah lembut, ceria, suka bergaul, ingin tampil beda dan sebagainya, yang kesemuanya dapat ditangkap sebagai pengguna produk yang akhirnya muncul desain kemasan rokok yang berjiwa muda, seperti rokok Stard Mile, dan make up Putri yang dibuat warna-warni penuh keceriaan.
4. Faktor Behavioristik
Segmen pasar berdasarkan faktor behavioristik merupakan jangkauan pasar yang mengarah
pada perilaku konsumen dengan memperhatikan kelompok-kelompok tertetu berdasarkan pengetahuan, sikap, kegunan atau tanggapan terhadap produk yang dijual. Dalam Segmen pasar ini terdiri dari faktor kesempatan, manfaat yang dicari, status pemakai, dan tingkat pemakai.
a. Kesempatan
Para pembeli bisa membedakan menurut kesempatan ketika memperoleh gagasan membeli atau memakai produk.  Penciptaan iklan berdasarkan kesempatan ini tentunya advertiser memandang dalam segi fungsi tertentu. Produk-produk tersebut antara lain produk Energent yang “dikonsumsikan bagi orang yang tidak sempat sarapan pagi”.
b. Manfaat yang dicari
Bentuk segmen pasar yang kuat adalah klasifikasi pada konsumen menurut perbedaan manfaat yang konsumen (masyarakat) cari dari produk  yang dipasarkan. Konsumen mencari produk yang memberikan manfaat-manfaat tertentu bagi si pemakai. Produk yang dimaksud antara lain
susu Anlene untuk “membantu mencegah osteoporosis”.
c. Status pemakai
Status pemakai merupakan segmen penerapan produk  berdasarkan pada kelompok tertentu, seperti non pembeli, eks pemakai, calon pemakai, pemakai pertama, dan pemakai tetap sebuah produk. Produk yang dipasarkan berdasarkan  segmen pasar ini merupakan cara untuk menekankan kepercayan terhadap produk, memperkenalkan produk atau mengingatkan produk yang telah lama ditinggalkan, seperti jasa asuransi.
d. Tingkat pemakaian
Tingkat pemakaian merupakan bentuk segmen pasar berdasarkan pengelompokan pemakai produk baik ringan, menengah, dan berat. Untuk  menentukan pengelompokan segmen pasar ini sebaiknya dibuat presentasi berdasarkan tingkat ekonomi dan selera. Sebagai contoh masyarakat berekonomi tinggi dan mempunyai selera yang tinggi akan membeli mobil BMW atau Marcedes-Bend, begitu juga sabun colek UMO yang ditujukan masyarakat ekonomi rendah di masa krisis. Berbagia macam segmen pasar tersebut di atas meru-pakan acuan untuk melempar produk kepada masyarakat (konsumen). Di samping itu pengenalan terhadap kondisi pasar secara menyeluruh, dan pemahaman terhadap pengelompokan segmen pasar sesuai dengan produk yang akan dipasarkan melalui periklanan.
Sumber :
Pujiyanto, 2008, Teknik Grafis Komunikasi Jilid 3 untuk SMK, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 358 – 362.



http://gurumuda.com/bse/pasar-sebagai-sasaran-produk

Mencari Kawasan Baru Tujuan Produk Ekspor

TURUNNYA permintaan (slowdown) berbagai komoditas di pasar global sudah menggejala sejak beberapa bulan lalu. Penyebab utamanya adalah lonjakan harga energi khususnya minyak yang begitu irasional. Dari level 60-an dolar AS melonjak konstan hingga sedikit di bawah level 150 dolar AS per barel. Biaya produksi pun membengkak, sehingga harga melonjak. Lonjakan harga itulah yang menarik turun kurva permintaan. Permintaan berpotensi untuk pulih manakala harga energi mulai turun. Namun, proses penurunan harga energi itu gagal memulihkan konsumsi karena dunia dirundung masalah serius akibat "ledakan" krisis finansial global yang bermuara di Amerika Serikat (AS).
Kebangkrutan dan kekeringan likuiditas sektor keuangan serta sistem perbankan di Eropa dan AS mengakibatkan kegiatan industri dan perdagangan terganggu hingga kini. Volume permintaan di pasar global pun anjlok. Belum ada yang tahu sampai kapan situasi seperti sekarang ini akan berlangsung. Kecenderungan seperti ini sudah pasti menghadirkan dampak negatif bagi Indonesia. Soalnya, AS dan Eropa justru menjadi tujuan utama sejumlah komoditi ekpor. Krisis yang melanda dua kawasan itu tentu saja menjadi pukulan bagi para produsen eksportir di dalam negeri.
Sebanyak enam sektor perdagangan terancam pembatalan ekspor akibat mangkirnya para importir negara tujuan ekspor. Sektor itu antara lain produk komoditas crude palm oil (CPO), karet, tekstil dan produk tekstil (TPT), hasil laut khususnya udang, furnitur, dan alas kaki. Pembatalan ekspor disebabkan beberapa hal. Ada yang disebabkan penurunan harga sangat tajam. Kontrak awal dengan harga sekarang sudah jauh berbeda. Untuk produk manufaktur dan ikan lebih disebabkan turunnya daya beli konsumen di negara tujuan ekspor. Untuk produk TPT, meski belum mengalami pengingkaran kontrak, namun belum ada order untuk tahun 2009.
Konyol kalau kita tidak segera mencari jalan keluar. Ekstremnya, sektor riil kita akan terperangkap pada kelesuan yang berkepanjangan. Sebab, produsen eksportir kita akan "dipaksa" menunggu sampai permintaan di AS dan Eropa pulih. Selama menunggu itulah yang dikhawatirkan akan mendorong para produsen eksportir melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan para pekerja. Kita berharap saja hal itu tidak terjadi. Itu sebabnya, jalan keluar dari kebuntuan itu harus segera dicari.
Mencari dan menggarap pasar baru, di tengah lesunya permintaan dari AS dan Eropa, adalah kegiatan produktif. Kita terlalu berorientasi pada dua kawasan itu. Pada saat yang sama, kita seperti kurang peduli dengan kawasan lain yang juga potensial, seperti Amerika Latin, Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Kita dorong pemerintah dan dunia usaha untuk segera menjajagi pasar di beberapa kawasan itu. Barangkali, tidak semuanya prospektif. Tetapi dalam jangka dekat ini, kita bisa mendapatkan ruang pasar baru jika mau bekerja lebih keras.
Pemerintah ingin menggunakan dana Rp 10 triliun dari hasil penghematan BBM untuk membantu sektor riil. Digunakan untuk apa dana sebesar itu oleh sektor riil? Upayakan agar dana ini digunakan tepat sasaran. Dalam situasi seperti sekarang, lebih efektif jika dana itu digunakan untuk mencari, menggarap, dan berpromosi di area tujuan ekspor yang baru. Sekarang adalah momentum yang tepat untuk mencari pasar baru produk ekspor kita.
Industri TPT dan alas kaki mestinya tidak mengalami tekanan terlalu berat jika daya beli atau konsumsi dalam negeri tidak terlalu lemah seperti sekarang. Salah satu solusi mengangkat daya beli rakyat adalah menurunkan harga BBM bersubsidi. Dengan daya beli yang sedikit menguat, industri TPT dan alas kaki yang selama ini berorientasi ekspor bisa mengalihkan tujuannya dengan melayani permintaan dalam negeri. *** 
 
 
 
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=213654

Fungsi Produk Kerajinan Seni Ukir Kayu Guwang

Oleh: Ni Kadek Karuni Dosen PS Kriya Seni
Feldman menjelaskan bahwa fungsi-fungsi seni yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu adalah untuk memuaskan: (1) Kebutuhan-kebutuhan individu kita tentang ekspresi pribadi, (2) kebutuhan-kebutuhan sosial kita untuk keperluan display, perayaan dan komunikasi, serta (3) kebutuhan-kebutuhan fisik kita mengenai barang-barang dan bangunan yang bermanfaat (Feldman, 1991: 2). Lebih jauh, dalam pengertian luas, Feldman membagi fungsi seni menjadi tiga bagian, yaitu: Fungsi personal (personal function of art), fungsi sosial (the social function of art), dan fungsi fisik (physical function of art).
Dalam fungsi sosial dari seni kerajinan masyarakat Bali pada hakekatnya senantiasa berkaitan erat dengan kehidupan masyarakatnya yang sebagian besar memeluk Agama Hindu,  sehingga seni kerajinan merupakan hasil budaya yang berpangkal dari pandangan hidup masyarakat Bali yang dicerminkan oleh agama Hindu (Purnata 1976/1977:  31).
Orientasi penciptaan seni kerajinan di samping untuk kebutuhan hidup manusia, juga banyak diperuntukan untuk kepentingan kepercayaan. Produk ini tidak hanya sebagai pelengkap dalam upacara, tetapi juga merupakan sarana dalam upacara itu sendiri. Dalam fungsinya produk seni kerajinan ini termasuk dalam kategori seni sakral.
Seni sakral adalah sebuah produk seni yang lahirnya dari perjuangan rasa bakti manusia untuk dipersembahkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Demikian juga dalam seni kerajinan ukir kayu. Terkait dengan produk seni kerajinan yang berfungsi sakral dalam perwujudannya merupakan simbol-simbol keagamaan Hindu.
Karya ini sering disebut dengan Pretima, atau Prelingga yang merupakan personifikasi dan tempat bersemayamnya Dewa-Dewa. Karya ini berbentuk togog dewa-dewa yang terbuat dari kayu dan dilapisi sedikit emas murni, dan ada juga terbuat dari uang kepeng yang dirakit berbentuk dewa-dewi.
Menurut tradisi masyarakat, arca adalah wujud dewa atau dewi yang jelas penggambarannya sebagai manusia atau binatang, sedangkan pretima adalah suatu benda yang secara alami tidak berbentuk manusia yang merupakan wujud atau sthana para dewa. Dalam proses ini,  kehidupan semesta dalam agama hindu memberi peluang penciptaan togog atau arca dalam beranekaragam manifestasinya. Perwujudan togog sebagai manifestasi dewa dewa, seperti togog Dewa Brahma, Wisnu, Ciwa, Saraswati adalah hanya beberapa contoh dari personifikasi dewa-dewa dalam agama hindu.


http://m.isi-dps.ac.id/fungsi-produk-kerajinan-seni-ukir-kayu-guwang

Macam Macam Produk Mustika Ratu

Produk Kecantikan Set Bersalin JamuOnline Store Produk Kecantikan Set Bersalin Pelbagai Jamu Dan Macammacam Ada Set Bersalin Mustika Ratu Jamu Selapan Produk Kecantikan Tia Amelialess 15
BRAy Mooryati Soedibyo Mustika Ratu Ensiklopedi Tokoh IndonesiaHampir Seluruh Produk Mustika Ratu Diramu Resmi Mendirikan PT Mustika Ratu Untuk Memayungi Usaha Pembuatan Jamunya Mustika Ratu Awalnya Memproduksi Lima Macam Jamu
JAMU SELAPAN MUSTIKA RATU Rapi Anggun Health BeautyJAMU SELAPAN MUSTIKA RATU Merupakan Paket Perawatan Setelah Melahirkan Yang Terdiri Dari 8 Delapan Macam Produk Sangat Berguna Untuk Mengembalikan Kesehatan Ibu Setelah
ImpianratuProduk Terdiri Daripada Mustika Ratu SariAyu Orang Kampung Petani Sabit Banani AlJabbar Borobudur Breast Pump Kasut Refleksologi InsyaAllah MacamMacam Lagi
AYUDARA BREAST CARE RatuKosmetikcomPOM TR022514801 Diproduksi Oleh PT MUSTIKA RATU Jakarta Indonesia Harga Rp22000 Susah Mencari Paket Ayudara Yang Terdiri Dari 3 Macam
PRODUK KESIHATAN WanitaMelayucom Set Bersalin Pilihan LEESA SENDAYU TINGGI MAK DARA AFIAT MUSTIKA RATU Set Produk Kesihatan Macammacam Ada
Mustika Jati Baru Furniture FacebookSign Up Mustika Jati Baru Furniture Is On Facebook Sign Up For Facebook To Connect With Menjual Berbagai Macam Produk Furniture Untuk Living Room Dining Room Bed Room Kitchen
Mustika Ratu HalalGuide Directory Sertifikat Halal Mui Shabu Shabu House Macam Macam Search Result For Mustika Ratu Produk Yang Anda Cari Tidak Ditemukan Maaf Saat Ini Baru
Mustika Ratu Dunia Kecilku Produk Kecantikan Mustika Ratu Produk Ditambah Beberapa Macam Kosmetik Tradisional Leluhur Seperti Mangir Bedak Dingin Dan Air Mawar Pada Tahun 1978 Produkproduk Mustika Ratu
Produk Nuriz Ada Lagi Satu Mana Satu Produk Yg Takde Garam Mandian Eriesya Ada Mustika Ratu Punya Produk Wwwmodelkotcom News And Searches Produk Nuriz Macam Mana Rupanya Produk Nuriz Ni
Keyword: ‘macam macam produk mustika ratu’ 
 
http://www.mykunci.com/info/macam-macam-produk-mustika-ratu.html

Definisi Produk

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan . Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan. Siswanto Sutojo mengemukakan bahwa (2005:78)ada beberapa faktor penting yang wajib diperhatikan perusahaan dalam menyusun strategi produk mereka.
Faktor pertama adalah strategi pemilihan segmen pasar yang pernah mereka tentukan sebelumnya. Adapun faktor kedua adalah pengertian tentng hakekat produk di mata pembeli. Faktor ketiga adalah strategi produk pada tingkat kombinasi produk secara individual, pada tingkat seri produk dan pada tingkat kombinasi produk secara keseluruhan. Adapun faktor keempat adalah titik berat strategi pemasaran pada tiap tahap siklus kehidupan produk.

Berdasarkan fungsinya produk dibedakan menjadi tiga level. Level pertama adalah core product yaitu suatu produk yang fungsinya merupakan alasan dasar konsumen untuk membelinya. Contoh sederhana dari core product adalah pakaian, fungsinya dasarnya untuk melindungi tubuh manusia. Actual product adalah fitur-fitur yang ada pada produk untuk menambah nilainya. Misal desain yang menarik, nama merk, dan kemasan. Augmented product adalah tambahan manfaat-manfaat yang tidak terpikirkan oleh konsumen tapi akan memberi kepuasan bagi mereka, seperti garansi.

Produk juga digolongkan berdasarkan tujuan konsumen membeli barang secara umum. Produk yang dibeli oleh konsumen untuk kepentingan sendiri disebut consumer product. Produk yang dibeli oleh konsumen untuk kepentingan organisasi atau bisnisnya disebut business atau industria product. Produk bisnis bisa dikatakan sebagai produk yang dibeli untuk dijual lagi.

Consumer product dibedakan menjadi empat yaitu : convinience product,shopping product, dan specialty product. Convinience product adalah produk yang sering dibeli langsung, harganya rendah, biasanya kegiatan promosi dilakukan melalui mass advertising. Shopping product adalah produk sekunder yang harganya lebih mahal daripada convenience product. Produk jenis ini digunakan untuk memenuhi kkebutuhan sekunder manusia. Dalam proses pembeliannya, orang memerlukan waktu untuk membandingkan baik dengan cara survey maupun tes. Unsought product adalah produk yang sering tidak terpikir untuk dibeli konsumen, contohnya asuransi, tanah kuburan, dan ensiklopedi.
Barang industrial dibagi menjadi tiga golongan yaitu bahan baku dan bahan pembantu, bahan pendukung, dan barang modal.

Dari berbagai faktor yang diperhatikan perusahaan dalam menyusun strategi produk tingkat produk individual, tiga diantaranya perlu mendapat perhatian khusus. Ketiga faktor tersebut adalah atribut produk, penggunaan merek dagang, dan kemasan .

Sebagian bear perusahaan menghasilkan lebih dari satu seri produk. Tiap seri produk. Tiap seri produk seringkali terdiri lebih dari satu jenis produk. Sayangnya tidak semua seri dan jenis produk memberikan sumbangan hasil penjualan dan keuntungan yang sama.Oleh karena itu, pengelolaan tiap seri dan jenis produk juga tidak sama. Kapasitas produk menyumbang keuntungan ditentukan oleh jumlah satuan produk yang terjual tiap masa tertentu dan besarnya contribution margin. Contribution margin adalah selisih antara harga jual per satuan produk dan biaya variabelnya .

Karena berbagai macam alasan perusahaan dapat memutuskan memperluas usaha bisnisnya. Upaya perluasan bisnis tersebut dapt dilakukan dengan memproduksi produk baru dengan mutu, bentuk, ukuran dan harga yang lebih rendah dari produk lama. Strategi menambah jenis produk baru seperti ini disebut downward stretching yaitu memproduksi produk yang mutu, bentuk dan harganya lebih tinggi dari produk lama. Di samping itu perusahaan juga dapat memperluas usahanya dengan jalan product line-filling, yaitu menambah jenis produk bau pada seri-seri produk yang sudah berjalan .

Hal lain yang wajib diperhatikan perusahaan dalam menyusun produk adalah adanya kenyataan bahwa setiap jenis produk mempunyai siklus kehidupan yang terdiri dari empat tahap. Keempat, tahap pertumbuhan, tahap kematangan dan tahap penurunan. Masing-masing tahap siklus kehidupan produk memerlukan strategi pemasaran yang berbeda.




http://id.shvoong.com/business-management/marketing/1911804-definisi-produk/